Guru adalah aktor utama dalam proses
pembelajaran. Metode dan strategi pembelajaran menjadi bermakna atau
tidak dan suasana kelas kondusif atau tidak adalah tergantung pada guru.
Anak berangkat ke sekolah bukan hanya
berbekal otak melainkan juga membawa perasaan. Di depan peserta didik,
guru harus memiliki kepribadian yang global (integrated). Dengan
kepribadian yang utuh ini, akan menambah keberhasilan proses belajar
anak baik di sekolah maupun di masyarakat.
Menurut penyelidikan Frank Hart tahun
1934 (Afifudin, 1988), sifat guru yang mendorong minat belajar dan
sekaligus membentuk pribadi anak yang baik, antara lain:
- suka membantu tugas sekolah
- memberikan tugas dan pelajaran dengan jelas dan memberikan contoh-contoh
- memilki rasa humor, riang, dan gembira
- dekat dengan anak didik
- memahami keadaan murid di dalam dan di luar sekolah
- membuat pelajaran itu merupakan sesuatu yang menyenangkan
- tegas, mampu menjamin ketenangan kelas
- bijaksana, tidak mempunyai anak emas
- tidak suka marah, tidak suka mencela, tidak kasar
- berkepribadian menarik
Sedangkan sifat-sifat guru yang menghambat kegiatan belajar dan membentuk pribadi yang tidak baik, antara lain:
- suka marah, mecemooh, menghukum, wajah cemburut tak pernah tersenyum
- masa bodoh dengan pekerjaan sekolah, dan tidak memberikan pelajaran atau tugas-tugas dengan jelas
- tidak adil, tidak bijaksana, bersikap diskrimenasi (memeda-bedakan) anak, pilih kasih
- angkuh, ingin berkuasa, mencari muka, menganggap orang lain kecil (meremehkan).
- tidak mengenal murid di luar sekolah
- berlepribadian tak seimbangm keras, kasar, ceroboh, menyusahkan hidup anak
- like and dislike (suka dan tidak suka) dalam memberi nilai ulangan, ujian, raport
- tidak mengindahkan perasaan anak, suka membentak-bentak di depan kelas atau di depan anak-anak lain
- tidak ada minat terhadap kemajuan anak dan tidak memahami kehidupan mereka
- tidak dapat menjaga ketenangan kelas, suka membebabnkan tugas-tugas yang berat-berat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar